Cerpen
Sebuah misteri(Part 1)
"Apes banget gue. Hari ini udah kena apes berapa kali ya?" Pikir Nadya dalam hati. "APA? Gue udah apes 5 kali hari ini!" Kata Nadya. Kata-katanya menyembur begitu saja dari mulutnya. "Ada apa non?" Tanya Bi Atik. "Ng.. ng.. Nggak papa kok bi. Aku cuma kaget aja karna barusan ada cicak lewat di depanku" Kata Nadya sambil berbohong. "Ya udah non, saya tinggal dulu ya" Kata Bi Atik lagi. "Iya bi" Kata Nadya.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
My diary (Nadya)
Senin, 16 Januari 2014
Gue kena apes hari ini. Gue jatuh dari tangga. Terus gue numpahin air. Untung pembantu gue baiknya minta ampun. Kalau ada mama gue di rumah, bakalan udah perang dunia ke 5 deh! Terus ketiga, gue hampir nubruk sama si Keyni. Anak paling cuek sejagat raya. Oke lo bisa bilang gue alay, tapi diri gue sebenernya ngga alay. Keempat, gue kesandung batu. Untung ga jatuh sampe kebangetan. Dan yang paling bikin gue kesel tuh kejadian ke lima. Gue telat! Hukuman menanti deh di depan mata. Pak Wijay sudah menyiapkan hukuman buat anak yang telat masuk sekolah. Tapi karna ini baru pertama kali gue telat, gue masih dimaafin. Ya udah gue mau pergi dulu. Gue tinggalin lo di kamar gue.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Mau pergi lagi non?" Tanya bibi Atik. "Iya bi. Mau titip apa?" Tanya Nadya. "Garam aja deh non. Garemnya udah mau habis." Kata Bi Atik. "Oke bi" Kataku sambil berlalu.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
My diary (Keyni)
Senin, 16 Januari 2014
Haduh untung gue ga tubrukan sama anak paling populer di kelas karna pinternya. Tapi kalau tampangnya sih bisa dibilang dia atas rata-rata. Namanya Nadya Valeria. Gue pikir dia itu cewek cupu tapi nyatanya...
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Mbok, Nadya keluyuran lagi ya?" Tanya Susan adik Nadya yang lahirnya hanya berbeda 10 menit darinya itu. "Iya non. Mungkin lagi merefleksikan diri" Jawab Mbok Rina. Memang ada dua pembantu di rumah mereka. Ada dua satpam yang menjaga rumah mereka. Nadya tumbuh menjadi anak mandiri dan cerdas. Juga pandai dalam bidang fisik maupun mental. Sedangkan Susan tubuh menjadi anak cantik dan pandai merayu. Pantas saja bila aktingnya selalu bagus.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Haduh kenapa gue ga bisa lupain kejadian tadi ya?" Tanya Nadya dalam hatinya. Saat ini, Nadya ada di restaurant favoritnya. "Kalau dilihat-lihat Keyne seperti agen rahasia yang sedang berpura-pura menyamar" Kata Nadya dalam hati. Namun, perkiraanya tidak salah....
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Lo bisa rayu dia untuk gabung dalam anggota kelompok Secret." Kata Victor kakak Keyni. "Tapi, gimana cara bilangnya? Gue kan anak paling cuek di kelas" Kata Keyni. "Udah lakuin aja tugas lo". Keyni tak menjawab lagi....
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Halo Nadya!" Sapa Susan. "Ia kenapa lo telpon gue? Ngajak keluyuran lagi?" Tanya Nadya. "Nggak. Gue cuma khawatir sama lo" Kata Susan. "Lo bisa khawatir sama gue ya?" "Iyalah. Gue saudara lo. Bahkan kita kembar!" Kata Susan. "Kalau mau ngerayu gue rayu aja. Gue mau pulang kok habis gini".
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Eh udah dateng ayo kita ke sekolah. Buku gue ketinggalan di sana" Kata Susan. "Ya elah diambil besok bisa kan?" Tanya Nadya. "Bener sih kata lo. Tapi di situ ada buku buat ulangan besok" Kata Susan gemeteran." Pake buku gue napa?" Tanya Nadya. "Gaa salah gue punya saudara kayak lo" Kata Susan sedikit lega. "Hmm"
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Tapi inikan melibatkan nyawa dia juga kak" Kata Keyni. "Iya gue tau. Tapi dia cerdas banget. Kita tidak butuh dia dalam berperang, kita hanya membutuhkannya untuk memasang posisi saat kita bertempur nanti" "Oke. Tapi jangan lukai dia sedikitpun." Kata Keyni sambil menatap tajam ke arah Victor
Bersambung..................
Sampai jumpa!
Add akun resmiku
Line: (ID) : cherylgraciana
Facebook: Cheryl Graciana
Twitter: @cherylgraciana