Selasa, 09 Desember 2014

Kenangan 3 tahun

Pelukanmu selalu lembut...
Tidak pernah melihat siapa diriku....
Menerima kekuranganku...

"Kentang!"Kata Jimi dari pojokan kelas. Yah begitulah panggilanku darinya. Sebenarnya namaku Ester Vania. Aku memanggilnya salak. Sebenarnya aku tidak suka dipanggil kentang. Kan kulitnya kentang coklat. Jadi, aku membalasnya dengan memanggilnya salak. "Iya lak ada apa?"Tanyaku sambil berjalan ke arahnya. Di atas mejanya ada sebuah amplop putih panjang."Ini untuk kamu"Kata salak. "Dari?"Tanyaku. "Baca dulu!" Kata salak ketus. "Dear Vania... Gimana kabarmu? Besok ketemuan di taman ya"Kata surat itu. "Dari Jesper"Kalimat di bagian terakhir surat itu. "Oh dari Jesper makasih salak"Kataku pada Jimi."Okelah"Kata Jimi.


"Hai Van!"Kata Jesper. "Haiiiii Jesperrr"Kataku penuh semangat. Memang aku sudah lama tidak menemuinya. "Semangat amat!"Kata Jesper. "Hehehe, Jes kok kayaknya mau hujan deras ya? Nih udah gerimis."Kataku sambil meluruskan tangan untuk merasakan air yang berjatuhan. "Iya, duduk di sampingku saja"Kata Jasper. "Terima kasih. Bagaimana kabarmu ?"Tanyaku. "Sama-sama. Baik-baik saja kok. Bagaimana denganmu?"Tanya Jasper balik. "Aku juga"Jawabku singkat.  "Kok tiba-tiba hujannya deras ya?" Tanya Jasper sambil memandangi air yang berjauhan dari awan. "Iya, memang cuaca sekarang ekstrim gara-gara globalisasi"Kataku dengan agak semangat. Tanpa kusadari tubuhku menggigil. Ada tangan yang melingkari bahuku. Aku tahu bahwa itu tangan Jasper. Pasti! "Jasper, apa kau tidak kedinginan? Mengapa tubuhku ini selalu kedinginan saat hujan?"Tanyaku. "Nggak, aku nggak kedinginan kok. Tenang aja. Ya mungkin kulit kamu feminim. Aku suka anak feminim kok"Kata Jasper sambil menekuk wajahnya ke arahku. "Aku nggak suka feminim deh kalau gitu." Kataku sambil melihat tatapan Jesper. "Hahaha, kamu nggak suka ya? Ya udah yang penting aku suka. Karena aku suka kamu"Kata Jesper polos. WOW kata itu terdengar untuk kedua kalinya di telingaku. Dan sama-sama dia yang bicara kepadaku kata-kata itu. Kau tahu? Aku hanya tinggal di perumahan biasa. Sedangkan dia? Anak pengusaha terkenal di kota yang aku tinggali sekarang. "A..aku... Jes, hujannya udah berhenti ayo kita pulang"Kataku berusaha mencari seribu alasan. "Kamu jawab pertanyaanku dulu, karena sehabis ini aku akan pindah ke Singapore selama 3 tahun. Kumohon kau menjawab pertanyaanku sekarang"Kata Jasper. Air mataku berjatuhan. "Iya Jes aku mau. Aku mau... Jasper, kamu me.. meninggalkanku"Kataku sambil terisak. Lalu Jasper memelukku. "Aku, akan sekolah di sana."Kata Jesper sambil mengelus rambutku. "Baiklah kalau itu yang terbaik untukmu. Aku tidak memaksa."Kataku dengan terisak. Tetap terisak. Mungkin selama 1o menit aku baru melepaskan pelukannya. "Maaf ya"Kata Jesper. "Kamu tidak perlu minta maaf. Kamu tidak salah" Kataku sambil tersenyum. "Makasih ya. Besok aku berangkat pukul 9 pagi. "Kata Jesper. "Oh oke"Kataku sambil tetap tersenyum.

Esok hari...
"Bye Jesper! Hati-hati ya"Kataku tersenyum "Iya"Kata Jesper lalu naik ke pesawat.


3 tahun kemudian...
"Di mana ya Jesper"Tanyaku murung dan tentunya hari ini tepat tanggal 15 Juli tangal dia akan kembali ke sini. Aku menunggu cemas. "Ba!"Teriak seorang laki-laki di belakangku. "Siapa itu?"Teriakku histeris karena kaget. Lalu aku menghadap ke belakang. "Jesper? Jespeeeeeeeeeeeeeerrrrrrr!!!!"Teriakku seperti orang gila. "Iya Vania"Kata Jesper lalu memelukku. Wow! Teriakku dalam hati. "Kangen nih ya"Kata Jesper. "Ga ketulungan malah. Tanpa kamu, aku jadi pendiam"Kataku lirih. "Hahaha. Berarti aku cerewt ya"KataJesper. "Kok baru nyadar? Hahaha. Ya sudah ayo pulang"Kataku dengan semangat.

Senin, 01 Desember 2014

13

Jangan melihat ke bawah atau kau akan celaka!

Jimi berjalan menyusuri lorong yang ada di rumah sakit jiwa itu. Memang kelihatannya benar-benar angker. Jangankan angker, rumah sakit ini dipenuhi dengan suara-suara orang gila yang sedang berbicara dengan dirinya sendiri. Jimi salah satunya. Dia berjalan di lorong karena dia tidak tau apa yang dilakukannya. Pisau berujung lancip dibawa dengan tangan kanannya dan apel dibawa dengan tangan kirinya.
Kabarnya setiap tanggal 13 akan ada kesialan yang menimpa pasien di rumah sakit jiwa.
Hari ini tanggal  12 Juni 2030. Para perawat pun menganggap sial tanggal 13. Memang benar-benar angka yang mengerikan. Di lantai dua Jimi melihat ke bawah dan melihat salah satu pasien dengan senyuman yang licik. Tanpa disadari pasien itu adalah....

Tanggal 12 berlalu dengan aman. Semua pasien tidak ada yang mengalami kecelakaan atau kesialan.
Pagi ini udara segar masih bisa terhirup dengan bebas di hidung para pasien dan dokter. Jimi berjalan menuju tempat biasa dia tiduri. Yaitu kamarnya yang bernomer 13. Banyak yang menganggap bahwa Jimi adalah seseorang yang sangat misterius karena di tangannya selalu memegang pisa yang bersih dan mengkilat. Sandra pasien rumah sakit jiwa yang hari ini yang akan pulang ke rumahnya kembali ditatap sinis oleh Jimi yang masih membaa pisau tajamnya itu. Sandra sudah menginap di RSJ ini selama 2 bulan. Memang tidak lama. 

Bau dari dara segar mengisi kamar nomor 13
Jimi menghadap bawah, menghadap lantai satu. Namun, sesuatu menyeretnya hingga badannya terjatuh dan pisau miliknya lepas dari tangannya. 10 menit kemudian Jimi sadar bahwa dia ada di kamar miliknya selama ia ada di rumah sakit jiwa itu. Dilihatnya Sndra yang menggeret badannya itu. "Hmph au sakit tau! Kasar banget nariknya!"Kata Jimi sambil melihat sikutnya. "Hahaha lo ga nyadar bahwa korban selanjutnya adalah lo? Lo akan gue cincang-cincang!" Kata Sandra sambil tertawa seperti nenek sihir. "Eh ga bakal! Emang gue gila makannya gue akan melakukan hal yang gila"Kata Jimi. "Bodoh amat cewek itu, tangan gue pun ga diiket"Kata Jimi dalam hati. Jimi mengeluarkan pisaunya. Sebenarnya dia punya dua. Terjadilah serang menyerang yang terjadi sengit. Lengan Sandra sudah bercucuran darah. Sedangkan bagian perut Jimi sudah tergores pisau. Pertarungan ini sangat sengit. "Menyerahlah saja!"Kata Jimi. "Nggak akan"Kata Sandra. "I have a idea!"Kata Jimi dalam hati. "Oke tapi ada satu syarat, gue harus ke kamar mandi dulu buat nahan darah gue"Kata Jimi. "Oke jangan lama-lama"Kata Sandra sambil melihat lengannya. "Perempuan itu mudah di tipu"Kata Jimi dalam hati lalu berjalan keluar. "Polisi, cepat datang kemari"Telpon Jimi dengan polisi. "Baiklah"Kata polisi itu. "Anda berada di mana?"Tanya polisi itu. "Di Rumah Sakit Jiwa"Kata Jimi. "Oke. Baiklah saya akan segera ke sana"Kata polisi itu. "Oke aman deh"Kata Jimi lalu keluar dan berjalan menuju kamar 13. "Pertarungan berlanjut?"Tanya Jimi puas. "Baiklah"Kata Sandra lalu mengayunkan pisaunya. Tidak lama kemudian suara mobil polisi terdengar jelas. "Kau tidak boleh kabur!"Kata Jimi tersenyum puas. "Baiklah!"Kata Sandra. 10 menit kemudian polisi memasuki ruang kamar nomer 13 itu. "Hentikan!" Teriak polisi itu. "Sandra, ulahmu memang tidak bisa dihentikan!"Kata polisi lalu memborgol tagan Sandra. "Tahun depan!"Kata Sandra lalu tersenyum puas. "Belum tentu dia sudah bebas tahun depan."Kata Jimi dalam hati.

5 tahun kemudian......
Hiko berkenalan dengan wanita yang mungkin seumuran dengannya. "Kenalkan namaku Hiko"Kata Hiko. "Kenalkan namaku Sandra:Kata Sandra lalu tersenyum lebar.

Selasa, 25 November 2014

Sebuah misteri (part 5)

Sebuah Misteri (part 5)

"Eh lo kok ga bisa diatur sih! Cepet teror Nadya mulai sekarang!"Kata seorang wanita yang duduk sambil membawa tongkot berhiaskan permata berwarna gelap. "Hmmm, iya ratu. Kami akan usahakan malam ini"Kata salah satu pria memakai jubah berwarna hitam dan wajahnya bertutupkan topi hitam. Sehingga wajahnya tidak kelihatan. "Baiklah! Ingat! Jangan sampai kamu ketahuan oleh Nadya!"Kata wanita itu lagi. "Ba...baik ratu"Kata pria berawak gendut dan juga memakai jubah berwarna hitam. Sifatnya penakut dan sebenarnya penuh kasih sayang. Namun, karena tidak ada pekerjan lain, ia terpaksa masuk ke kolompok yang ditempatinya sekarang. Namanya Gemalio. Panggilannya Lio. "Sana! Pergi dari ruanganku dan satu hal la, kalian harus selalu membawa alat penguhung kalian agar selalu terhubung denganku.Jangan sekali-kali kalian mengahncurkan rencana ini!"Teriak wanita itu dengan lantang."Baiklah ratu"Kata dua pria itu secara bersamaan atau mungkin?
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Victor...
Sebentar lagi, cewek itu akan jatuh ke tangan gue. Gue pasti akan mendapatkannya lebih dulu daripada  Keyni. Keyni kan cowok cuek. Sementara gue termasuk keren. Walaupun gue tampat cupu karna kacamata bergagang emas ini. Tapi ini cuma buat bgetutupin kalau gue sebenernya buta. Tapi, gue bisa gerasain kalau ada benda di sekitar gue. Ya, nggak apa-apa kan kalau kelihatan cupu dikit. Yang penting gantengnya kelewat ganteng.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Jam 22.00 malam...
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Eh gue tidur dulu ya"Kata Nadya kepada Keyni saat di telepon. "Iya bye"Kata Keyni. Nadya pun tidur. Namun, ada kejanggalan yang dilupakannya. "SUSAN!"Kata Nadya histeris. "Oh iya Susan ada di mana ya? Kenapa dari tadi dia nggak pulang ke rumah? Walaupun aku akan jadi musuh bebuyutannya tapi aku tetap menghawatirkan kondisi dan keadaan Susan sekarang. Semoga pada diri Susan tidak terjadi apa-apa"Kata Nadya dalam hati. 
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Nadya...
Mungkin bagiku kata musuh bebuyutan nggak akan mempan untuk saat ini. Karena saat ini aku sangat khawatir tentang keadaan Susan. Di mana? Mengapa? Siapa? Kenapa? Semua pertanyaan ingin kulontarkan. Dari tadi juga, aku tidak bisa menghubungi dia. Jangan-jangan....  Oke jangan berpikiran aneh-aneh dulu. Aku akan pergi keluar rumah. HAH? Tanyaku sangat keras. Dinding di rumahku dipenuhi dengan coretan you must die. Ini tidak mungkin kerjaan satpam dan pembantu kami kan? Jangan bilang kalau yang melakukan ini adalah anak buah utusan Susan. Atau malah Susan sendiri yang melakukannya? Ah aku jadi pusing. Sudahlah aku ingin tidur saja. Hehehe... Besok aku akan terbangun lagi dan melihat tembok rumah yang bersih seperti semula lagi. Ya, itu mungkin menjadi keinginan terbesarku saat ini. Aku tidak ingin dibilang aneh-aneh oleh orang tuaku. Misalnya: Siapa ini yang nyoret-nyoret dengan kata-kata yang aneh ini? Mungkin aku akan mencurigai kalimat itu sebagai salah satu kalimat yang akan keluar dari mulut kedua orang tuaku. Bukan curiga sebagai pelaku loh ya! Sudahlah nigth!
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Hoamm" Nadya terbangun dengan suara menguapnya. Dia sudah terbiasa bangun dengan suara menguap. "Ada SMS!"Kata Nadya. "JANGAN BERANI-BERANI MENDATANGI WILAYAHKU! SEBAB KAU AKAN MENERIMA TEROR!" Kata kalimat di SMS itu dan SMS itu berasal dari Susan! "Oh tidak, aku saja tidak tahu wilayahnya"Kata Nadya sambil bermuka datar.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Sayang, kamu tau nggak di mana saudara kembarmu?"Tanya mama Nadya saat di kamar Nadya. "Nadya nggak tau ma, Nadya juga nggak liat Susan dari kemarin. Emang Susan nggak hubungi mama?"Tanya Nadya penasaran. "Nggak, makanya mama nanya kamu. Mama kira kamu tau"Kata mama Nadya sambil tersenyum. Wajahnya menampakan kekhawatiran yang besar. "Ma, di ruang tengah ada banyak coretan nggak di dindingnya?"Tanya Nadya penasaran. "Hmm, nulisnya kayak pake cat merah. Mama pusing. Pertama, Susan hilang. Kedua, dinding rumah kita penuh dengan coretan"Kata mama pasrah.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Nadya....
Kutunjukan tidak ya SMS dari Susan tadi? Tapi, bagaimana kalau nantinya mama malah lebih khawatir lagi karena aku dan Susan akan terancam. Ah lebih baik kusimpan dulu SMS ini. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Hmm nanti kalau kamu dapat informasi tentang Susan segera beritahu mama ya"Kata mama lirih. "Iya ma"Kata Nadya. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pagi ini, Nadya berangkat sekolah dengan muka khawatir. Untung mamanya bukanlah pekerja. Namun, penjual barang-barang online.Ya, tapi untungnya lumayan gede atau besar. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Keyni...
Eh ada Nadya. Kenapa mukanya murung ya? Lebih baik aku langsung menuju padanya dan bertanya ada apa. "Nad, mukamu kok murung? Inget kita kan sahabat"Kataku sambil berjalan di samping Nadya.  "Susan Ni"Kata Nadya lirih. "Kenapa sama Susan?"Tanyaku. "Di.. dia neror aku"Kata Nadya gemeteran. "Kan udah aku bilangin kalau ada apa-apa langsung telpon aku" Kataku sedikit dengan nada menegur. "Kemarin aku mau telpon kamu tapi aku nggak bisa"Kata Nadya yang kini mengeluarkan air mata. Ini salahku? "Hmm, Nad. Aku minta maaf"Kataku sambil terputus-putus. "Kamu nggak perlu minta maaf"Kata Nadya lalu berlari entah ke mana. Sekarang ini benar-benar salahku. Aku membuatnya menangis dan berlari entah ke mana. Harusnya aku tidak menegurnya tadi.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Nadya...
Dia pasti berpikir aneh-aneh saat ini. Sebenarnya aku tidak perlu memaafkannya tadi karena tidak ada kesalahan yang dia lakukan. Dia benar tadi. Harusnya aku menelponnya. Tapi, kemaren kan sudah malam. Masa aku harus mengganggunya? Hari ini sungguh kacau. Kulap air mataku menggunakan sapu tanganku. Memang aku agak cengeng. Jadi jangan heran!
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Lanjutan? kapan" ya guys!

Senin, 24 November 2014

Kesedihan belaka



1
Ferami Kelazia
“Lalalala” Nyanyiku riang karena hari ini adalah hari paling menarik yang akan kujalani tahun ini. Ya! Kalian pasti menduga kalau hari ini aku akan liburan ke luar negeri atau berulang tahun. Tapi sebenaranya aku akan lulus dan menerima ijazah hari ini juga! Yey! Sebentar lagi, aku akan masuk jenjang SMP di Surabaya, ibukota Jawa Timur itu. Aku udah nggak sabar ingin masuk SMP dan akan mendapat teman-teman yang super baru buatku. Mengapa super baru? Karena sebenarnya aku adalah anak Jakarta yang akan pindah ke Surabaya. Sekarang, aku akan memperkenalkan namaku padamu. Namaku Ferami Kelazia. “Pak sopir, apa kita bisa berangkat sekarang?” Tanyaku sambil menatap riang pada sopir pribadiku yang bernama Agus Supriyadi itu. “Bentar ya non, saya bersihin dulu kaca mobilnya biar keliatan keren kayak saya” Kata Pak Agus yang super ge-er banget. Tapi  selera humornya memang tinggi. “Hahaha. Pak, itukan mobil bagaimana cara bapak menyamakan diri bapak sama mobil yang nggak bernyawa?” Tanyaku yang baru kusadari ternyata aku ketawa gara-gara ke ge-erannya pak Agus. “Eh, iya juga si non. Ayo non saya sudah bersihkan kaca mobilnya. Sekarang tinggal let’s go deh” Kata Pak Agus sambil membuka kunci mobil. Bukannya sombong, aku memiliki mobil Inova yang baru dibeli orang tuaku dua bulan yang lalu. Maka, kami sekeluarga dan tentunya pak Agus menjaga mobil ini dengan sangat baik. Tidak terasa jalanan sangat macet dan dipenuhi asap yang baunya sangat memusingkan kepala.  Setelah 30 menit, barulah kami sampai di sekolah. “Hai Rami!” Kata Nadya Louren. “Eh panggil aku Fera dong” Kataku dengan akting muka jengkel. “Iya-iya hanya bercanda. Masa gitu aja marah?” Balas Nadya. “Hahaha 1-0 “ Kataku sambil menjulurkan lidah. “Kali ini aku yang menang” Kataku lagi sambil menatap Nadya. “Iya deh.”Kata Nadya yang juga menatapku. “Kamu jadi pindah?” Tanya Nadya menatapku dengan tajam. Tatapannya selalu tak pernah biasa-biasa saja. “Hmm”Kataku sambil menganggukan kepala. “Oh” Kata Nadya lalu berlari. Dari raut mukanya sih dia membuatku curiga. Baru kali ini ia menatapku seperti ini. Aku merasa agak khawatir karena aku berpikir dia sedang marah atau sebaliknya. Bisa juga karena mengalami stress karena akan ditinggalkan temannya yang cantik jelita ini. Hehehe. Aku berjalan menuju ruang tata usaha yang terletak di dekat tangga sekolahku. “Bu, saya Fera dari kelas 6A. Saya mau mengambil ijazah.” Kataku feminim namun tegas. “Iya, ini ijazahnya. Selamat ya kamu sudah mendapatkan hasil yang paling memuaskan pada angkatan  tahun ini” Kata Bu Rani sambil menyerahkan ijazah dengan mapnya yang berwarna merah mengkilap. “Terima kasih bu” Kataku sesopan mungkin. “Iya, ngomong-ngomong kamu mau pindah ke Surabaya ya?” Tanya Bu Rani. “Hehehe iya bu”Kataku sesantai mungkin. “Oh. Nanti kalau sudah ada di Surabaya, jangan lupa untuk kembali ke Jakarta dan bawakan ibu oleh-oleh ya nak” Kata Bu Rani yang mungkin juga ingin terlihat santai. “Pasti bu. Kemungkinan, saya akan kembali ke sini saat liburan panjang. Iya bu, saya akan bawakan ibu oleh-oleh saat saya kembali nanti”Kataku dengan gerakan tangan. “Ya sudah ibu kembali bekerja ya” Kata Bu Rani sambil memegang pundak kananku. “Iya bu. Silahkan” Kataku mempersilahkan bu Rani untuk melanjutkan pekerjaannya. Bu Rani adalah guru TU( Tata Usaha) yang sangat baik. Walaupun sering menegur dan ceramah di kelasku, namun Bu Rani tetaplah orang yang berjasa yang telah memasuki kehidupanku selama 6 tahun. Aku berjalan keluar sambil terkagum-kagum dengan ijazah yang baru kuterima tadi. Aku mendapat hasil 29,75 unuk hasil UN. Aku dan orang-orang di sekitarku bangga akan hasil UN ku. Namun tidak dengan Nadya. Apa sebenarnya dia iri? Ah tidak mungkin. Dia kan mendapat 29,30. Beda dikitkan sama aku? Cuma beda 0,45 kok. Tiba-tiba ada yang menghampiriku dan menepuk punggungku saat aku melamun. Tepukan itu menyebabkanku kaget setengah mati. “Aah”Kataku kaget. “Hahaha tidak apa-apa”Kata Rio menenangkanku sambil memegang pundakku. “Astaga Riooo! Kamu ini gila apa stress? Atau dua-duanya dicampur jadi satu?”Tanayaku heran. “Dua-duanya dicampur jadi satu. Hehehe”Kata Rio tertawa yang menurutku nggak lucu sama sekali. “Nggak lucu tau. Orang kaget kok ditertawain? Terus kalau kamu tertawa-tertawa sendiri karena stress sama gila aku maklumin kok”Kataku lalu mengembangkan sedikit senyum. “Oh makasih kalau kamu maklum. Selamat ya atas nilai UN kamu yang sangat tinggi itu”Kata Rio sambil menggerakan ke depan untuk siap kusalami. “Iya,sama-sama dan terima kasih” Kataku dengan senyum mengembang dan berjabat tangan dengan Rio. Rasanya ada wanita di belakang Rio namun cukup jaraknya cukup jauh dari Rio. “Rio, itu siapa?”Tanyaku pada Rio untuk menghilangkan rasa penasaranku.  Rio pun berbalik badan dan wanita itu hilang. “Mana? Mungkin itu Cuma perasaanmu aja. Karena aku gila dan stress, kamu jadi ngebayangin  kalau aku jadi hantu perempuan”Kata Rio mencoba menenangkanku. “Hahaha. Aku baru tau kalau kamu pingin jadi cewek”Kataku dengan tawa yang meledak. Candaan yang dibuatnya selalu menghibur diriku. Namun, sayangnya dia adalah cowok playboy namun terkenal di sekolah. Aku pernah dibuat melirik padanya namun saat aku kelas 1 SD. Memalukan sekali. Sekarang aku tidak pernah berpikiran akan pacaran. Aku fokus ke UN terlebih dahulu. Untungnya hasil UN ku hampir mendekati nilai sempurna. “Aku juga akan pindah ke Surabaya”Kata Rio sambil menatap geli pada mukaku yang terkaget dan histeris karena dia juga akan pindah ke Surabaya. “Haaa? Kamu mau masuk SMP mana?”Tanyaku heran. “Belum tau. Tapi aku harap aku bisa satu sekolah sama kamu”Kata Rio menatap geli lagi. Aku masih histeris saat ini. “Maaf kalau aku buat kamu histeris”Kata Rio. “Iya. Ga apa-apa.  Aku mau pulang dulu ya”Kataku lalu berjalan memasuki mobil. “Hati-hati ya!”Teriak Rio dari kejahuan. “Iya! Makasih!”Kataku dengan teriakan yang tidak kalah keras juga. Aku memasuki mobil dengan perasaan gembira karena ada Rio yan akan menemaniku saat di Surabaya nanti. Saat sampai rumahku yang bertingkat dua, aku langsung masuk. Tapi, lepas sepatu dulu dong. Aku memasuki kamarku yang berudara dingin. Kubuka laptop milikku untuk mengirim email pada Rio.
From: feramiprincess@gmail.com
Judul: perpindahan penduduk
Hai Rio! Aku mau Tanya sesuatu ke kamu. Aku akan pindah ke Surabaya hari Selasa nanti. Kamu kapan? Jangan lupa dibalas ya jangan dibaca aja.
Kebiasaanku sejak dulu memang mengirim email. Rumahku dilengkapi dengan sarana wi-fi yang lumayan cepat. Tapi aku malas untuk membuat akun di social media. Aku lebih senang menggunakan email. Bisa buat kirim file dan bisa ngobrol-ngobrol. TING! Balasan emailku sudah ada.  Ini emailnya..
Judul: Balasan untuk putri tercantik yang pernah kutemui
Aku juga  akan berangkat hari Selasa nanti dengan pesawat Garuda Air. Jam 10.00 aku akan berangkat. Ini sudah kubalas dengan bahasa semampuku.
Hahaha aku disebut putri tercantik di seluruh dunia. Dasar cowok yang benar-benar playboy. Aku juga akan naik pesawat Garuda Air pukul Sepuluh  pagi. Itu artinya, aku akan setransportasi dengan Rio nanti. Walaupun aku belum tentu akan  bertemu dengannya nanti, aku sangat berharap bisa bertemu dengannya nanti saat aku sudah naik pesawat.  Walaupun dia playboy, tapi dia sangat baik padaku. Entah kenapa dia menjadi begitu special di hidupku. Pokoknya aku ingin tidur sekarang dan bermimpi indah. Namun, kau tahu? Perasaanku tidak enak saat berada di lapangan tadi saat aku berbicara dengan Rio. Cewek tadi selalu ada di pikiranku dan susah untuk kuusir dari pikiranku. Semoga wanita itu tidak dibiarkan otakku begitu saja untuk memasuki mimpiku yang akan ndah sekali.
Kini saat liburan hari Senin, aku belum menemuinya. Namun, aku yakin kalau besok aku pasti akan menemuinya di bandara atau di pesawat. Namun jangan terlalu berharap agar tidak berakhir dengan kekecewaan saat keinginan kita tidak terpenuhi nanti.  Tetapi semoga saja keinginanku kali ini terpenuhi. Rio… Satu nama yang menempati posisi istimewa di hatiku. Anak playboy yang tampangnya oke banget di atas rata-rata dan lumayan tinggi. Anak yang mengerti perasaan sahabatnya. Kalau menurutku nih ya, laki-laki itu memang hebat dalam bersahabat. Tidak seperti anak perempuan yang menusuk dari belakang. Ya sudah aku akan mengirim email untuk sahabatku yang kusayang
To : riojonathan23@yahoo.co.id
Judul : Aku kangen sahabatku!
Besok kamu jadi kan berangkat ke Surabaya? Aku kangen sama sahabat cowokku yang tampangnya oke banget ini.
Dan balasannya pun pendek karena aku mengirimnya juga pendek
From : riojonathan23@gmail.co.id
Iya dong. Hehehe kenapa baru inget kalau aku gantengnya nggak ketulungan? Kamu juga jadi kan?
Iya aku juga jadi kok. Hahaha udah inget dari dulu kali mas
Yah Cuma itu aja emailku pada Rio hari ini. Besok aku akan pergi bersama Rio dan bersenang-senang bersama.

2
Jonathan Rio
Kapan ya waktu berlalu dengan cepat? Aku ingin cepat-cepat hari Selasa dan pergi bersama dengan orang tuaku. Aku ingin pergi dengan Fera dan berjalan-jalan mengelilingi kota pahlawan itu berdua. Aku juga akan membeli permen kapas berwarna pink  yang sangat manis. Lihat saja nanti, kehidupannya di Surabaya tak akan membosankan karena ada aku cowok ganteng yang akan menemaninya selalu. Jangan bilang yek! Aku memang ganteng kok. Tanya aja ke aku pasti kujawab kalau aku ganteng plus imut. Hehehe. Saat tadi aku menerima pesan melalui email dari Fera, aku suka sekali karena aku bisa mendapat email dari orang yang sudah menemaniku selama 6 tahun. Maka, takkan kubiarkan begitu saja aku melepaskannya dari kehidupanku. Dialah orang yang mau menerimaku apa adanya. Dialah sahabat sejatiku yan sangat menyayangi aku. Kurasa begitu. Bukan maksudnya ge-er loh ya! Kulihat pada layar laptoku lagi. Tak ada email masuk. Mungkin dia sudah tidur. Aku sudah tau kepribadiannya. Dia adalah anak yang lucu dan punya semangat yang kuat. Tapi dia punya pendirian yang kuat. Bukannya aku mengintip dial oh ya! Tak mungkin. 18 Jam lagi aku akan berangkat meningalkan Jakarta yang ramai ini. Dan bersiap-siap untuk ke kota pahlawan yang berada di provinsi Jawa Timur. Aku juga akan tidur. Aku bermimpi “Aku sedang berjalan-jalan ditaman bersama seorang wanita cantik dan memakai gaun putih. Kulihat ada wanita mengintip sedang menangis. Wanita yang menangis itu adalah….Fera! Dan yang sedang kuajak jalan-jalan adalah Nadya.” Huh… Aku terbangun dari tidurku dan waktu sudah menunjukan pukul 20.00 WIB. Tida mungkin aku bermimpi tentang hal itu! Aku tidak boleh membuat Fera menangis. Karena itu hanya akan merusak wajah cantiknya. Aku berjanji akan selalu melindungi Fera. Aku mengirim email pada Fera…
Judul : Khawatir
Gimana kabarmu? Jangan sakit oke?  Besok kita akan perg ke ibukota Jawa Timur. Jagalah tubuhmu supaya  sehat selalu. Orang tua kita berdua sudah tau bahwa kita nanti akan satu pesawat saat pergi ke Surabaya. Aku bakalan senang karena aku sudah merencanakan sesuatu untuk yang akan kita lakukan saat di Surabaya. Oke jangan dibaca aja! Tapi dibales juga!
Setelah 10 menit menunggu, aku mendapat balasan sempurna dari Fera tentang kegembiraannya yang dia ungkapkan saat di email yang dibalaskannya.
Judul : Aku bales
Tenang Rio, aku baik-baik saja kok di sini. Benar-benar baik.  Iya aku udah ngak sabar buat pergi ke Surabaya. Oh ya? Pasti rancangan kegiatan yang kamu buat pasti akan sangat  seru. Rancangannya jangan aneh-aneh ya? Oke! Sangat menyenangkan bila bermain dan bergembira denganmu. Aku benar-benar senang atas perpindahan yang kita lakukan ini. Aku sudah membalasmu. Jangan lupa untuk membalas lagi!
Sepertinya dia senang mendengar berita tentang aku membuat suatu rencana. Rencana yang akan sangat indah bila dilakukan. Rencana untuk memberikan kejutan pada Fera. Mungkin, perpindahan ini tak akan membosankan seperti yang kukira.  Oke email ini harus aku balas.
Judul : Senang
Hmm, perpindahan penduduk. Hahaha. Rancangannya ga bakal aneh-aneh kok. Kamu bisa lihat saat di Surabaya nanti. Fera cantik, nanti rencananya kita jalani berdua ya! Kita akan tinggal dalam rumah yang sama.
Mungkin kalian mengira aku gila karena aku menuliskan kita akan tinggal dalam rumah yang sama. Namun, justru itu cita-cita yang kuimpikan. Mungkin bisa dibilang salah satunya. Aku sudah tidak sabar. Ada email yang membalasku.
Judul : kaget
Hah? Kita bakal tinggal satu rumah? Hmm oke aku harus tampak wajar. Terus bagaimana dengan orang tuaku? Aku terpisah dengan orang tuaku? Oke aku percaya kalau rencanamu nggak bakal aneh-aneh. Ye! Kita akan jalan bersama mengelilingi kota pahlawan yang kedengarannya asyik itu. Di sana ada tugu pahlawan dan banyak sarana hiburan yang lain. Kita bakal liburan dulu berdua. Oh ya, orang tuaku sudah mendaftarkan kita pada satu sekolah yang sama. Nama sekolahnya SMP Georgia. Kedengaran menarik kan? Oke mungkin menurutmu aku mengrim terlalu banyak. Namun, sebenarnya ini karena kaget dicampur dengan kegirangan. Sehabis membalas email ini aku akan mematikan laptopku dan beres-beres untuk besok. Tapi aku akan selalu menunggu hari esok. Dan, jangan lupa bahwa aku akan menamai rumah yang kita tinggali berdua dengan nama dream house. Bye-bye Rio!
Tuh liat email yang dia kirim lebih banyak dari biasanya kan? Yah, kan kami berdua udah mandiri. Jadi bisa ngelakuin hampir semua sendiri. Kalau butuh bantuan aku kan laki-laki dan di perempuan, jadi harusnya bisa saling ngelengkapin dong. Ya sudah aku mau beresin laptop dan barang-barangku dulu ya!




3
Surabaya, I’m come to you!!!!
Pukul 07.00…
Rumah Fera…
“Fera, kamu sarapan dulu ya!”Teriak mama Fera dari dapur. “Iya ma! Sebentar! Fera lagi ke ruang makan nih!”Teriak Fera dari kamarnya. Ya! Hari ini keluarga Fera dan Rio akan pergi ke Surabaya pukul 10.00 WIB. Fera berlari kecil menuju ruang makan di rumahnya. Kemudia, kurang dari waktu 20 detik Fera sudah bersiap-siap untuk melahap makanan yang sudah ada di depan matanya. “Fera.. Berdoa dulu”Kata mama Fera. “Hehehe, iya ma”Kata Fera lalu berdoa. Makanan yang di sediakan oleh mamanya da dibantu dengan pembantunya adalah Ayam bakar, Gurami asam manis, salad, dan es buah yang kelihatannya sangat menggoda hati. Percayalah jika kalian lihat makanan ini, kalian akan sangat tertarik. Karena, Fera juga mengalami hal serupa. Dengan gerakan cepat, Fera mengambil lauk-pauk dan nasi yang ada di atas meja makan itu. “Hmm enak ma!”Kata Fera sambil menampakkan wajah gembiranya. “Iya dong! Siapa dulu yang masak? Mama!”Kata Mama Fera lalu tertawa kecil. “Hehehe. Ya udah Fera mau makan dulu ya ma” Kata Fera lalu melahap makanannya.
Rumah Rio….
“Rio, ayo makan dulu!”Teriak mama Rio dari ruang makan. “Iya ma! Rio lagi ke sana!”Kata Rio penuh semangat sambil berjalan dengan sepatu rodanya. “Nih, mama buatin makanan kesukaan kamu, gurami asam manis”Kata mama Rio sambil meletakkan ikan guraminya ke atas piring Rio. Kebetulan, menu  makan Rio hari ini adalah gurami asam manis, cah angkung, sambal terasi, dan ayam goreng. Jangan lpa minumnya es teh. Jangan pernah lupakan bahwa minuman favorite Rio adalah es the atau es krim rasa vanilla dengan chocochipsnya.”Makasih ya ma”Kata Rio lalu melahap makananya. “Iya Rio”Jawab mama sambil tersenyum melihat tingkah laku Rio.
Pukul 09.00…
“Halo Rio!”Seru Fera girang saat dia menelepon Rio di mobilnya. “Iya, hai Fera!”Kata Rio girang juga. “Barang bawaanku banyak banget nih!”Kata Fera mulai curhat. “Sama! Kita kan mau perpindahan penduduk Fera. Hihihi”Kata Rio lalu tertawa. “Hahaha. Ya sudah aku mau sampai nih. Aku tutup teleponnya ya! Bye!”Kata Fera lalu menutup teleponnya.
Pukul 09.30..
Check in di pesawat…
“Rio mana ya?”Tanya Fera dalam hati. Fera khawatir karena dia nggak ingin dia tidak akan bertemu lagi dengan Rio. 30 menit lagi pesawat akan terbang. “Aku ada di sini”Kata seorang laki-laki di belakang Fera lalu memegang salah satu pundak Fera. “Hmm, kau pasti…. Riooo”Kata Fera lalu berbalik badan. “Iya Fera. Kangen ya sama aku?”Kata Rio sambil tersenyum. “Siapa yang kangen? Tapi, aku kangennya kebangetaaann”Kata Fera lalu memeluk Rio. “Fera! Ini tempat umum!”Kata Rio. “Hmm, maaf ya”Kata Fera lalu melepaskan pelukannya. “Ayo kita ikuti orang tua kita sebelum kita tertinggal”Kata Rio sambil menarik tangan Fera. “Iya” Kata Fera. “Mereka terlihat akrab sekali ya”Kata Fera sambil melihat kedua orang tuanya dan kakaknya serta kedua orang tua Rio dan adik Rio. “Iya”Kata Rio.
Di pesawat…
“Rio, aku tidur dulu ya hehe”Kata Fera. “Iya tidur aja”Kata Rio. Lalu Fera tertidur.


4
Jonathan Rio
Kalian harus tau. Saat di bandara tadi, aku harus berjinjit untuk mencari keberadaan Fera. Keadaan di bandara sangat penuh orang dewasa dan jarang untuk anak-anak. Udara panas menyerangku saat di bandara tadi. Udara panas karena orang-orang yang banyak. Namun, dengan bantuan orang tuaku aku akhirnya bertemu dengan Ferami Kelzia. Sungguh, bawaannya lebih banyak dari aku. Mungkin karena dia anak cewek. Anak cewek kan bawaannya selalu banyak. Akhirnya dari keadaan tadi yang penuh sesak, aku berada di pesawat ini dan duduk di sebelah Fera. Penampilannya terlihat lebih angun daripada tadi. Lega rasanya bisa sampai dan duduk di dalam pesawat ini. Apalagi, ini pengalamanku pertama kali saat naik pesawat. Sedangkan Fera mungkin sudah lebih dari dua kali saat naik pesawat. Ternyata naik pesawat lebih membosankan dari yang kukira. Walaupun aku naik pesawat yang kelas 1, namun aku merasa bosan karena tidak dapat menyalakan HP  dan untuk mengirim SMS. Padahal aku kan ingin mengirim status di media social “Surabaya, I’m coming!!!”. Tapi saat aku ingin mengambil foto bersama Fera malah dia ingin tidur. Ya sudah aku harus istirahat juga biar sampai di Surabaya nanti aku bisa beraktifitas dengan lancar. Aku pun mulai tidur… Di dalam mimpi aku serasa terbang mengitari awan bersama Fera. Fera terlihat sangat cantik dengan gaun putihnya yang mengkilau. Rok dari gaun yang dikenakannya bertaburkan permata yang sangat mengkilau. Sementara aku mengenakan kemeja putih dan jas tanpa lengan berwarna hitam. Fera sangat cantik. Namun, tanpa kusadari tubuhku agak berguncang. Kubuka mataku. “Rioooooo!! Kenapa baru bangun? Ini sudah hampir sampai. Sebentar lagi pesawat akan mendarat!”Kata Fera. “Ah Fera! Kamu...”Kataku namun terputus. “Udah, nggak usah dijelasin. Ayo kita siap-siap”Kata Fera dengan muka gembiranya. “Hmm”Kataku sambil merapikan bajuku. Kini kami hampir mendarat di bandara Juanda. “Oh ya  princess Fera, aku ingin selfie denganmu”Kataku. Memang alay sih. “Ayo!”Kata Fera. Ckrik, ckrik, ckrik. Suara kameraku terdengar menarik. Foto yang kuambil pun lumayan bagus. “Silahkan para penumpang keluar dari pesawat. Semoga perjalanan kalian semua berjalan dengan lancar.”Kata pramugari yang ada di situ. Wow! Satu kata dari hatiku yang ingin kuteriakan saat ini. Bandara Juanda ini pernah dinobatkan menjadi bandara paling bersih se-Indonesia. Aku kagum dengan kota pahlawan ini. “WOW!”Teriak Fera yang membuat telingaku budek. “Fera! Kecilin dong suaramu!”Kata kakak Fera yang sepertinya budek gara-gara suara Fera. “Maaf dong”Kata Fera lalu mukanya memerah. “Hmm, sebenarnya, bandara Juanda ini termasuk dalam kota Sidoarjo”Kata kak Leo, kakaknya Fera. “Hmm, gitu ya kak”Kata Lintang adik kecilku yang nakal. “Iya”Kata kak Leo sambil mengembangkan senyumnya dengan disertai lesung pipinya. “Ma, kita mau nginep di hotel atau mama udah kontrak rumah?”Tanya Fera pada mamanya. Oh jangan sampai dia lupa dengan rencamaku dan yang aku dan Fera akan tinggal berdua. Ya, begitu sih kata orang tuaku. Aku akan tinggal berdua dengan Fera. Semoga saja orang tuaku tidak membohongiku agar aku mau ke kota pahlawan ini. “Kita akan tinggal di apartemen sayang, sama keluarga Rio juga”Kata mama Fera dengan lembut. “APA?”Tanyaku keras-keras. “Ups”Kataku sambil menutup mulut. “Hush”Kata Fera. “Maaf Fer”Kataku cuek. Aku menyesali karena ternyata aku hanya akan tinggal satu apartemen dengan Fera. Bukannya satu rumah. Hmmm, ya sudah tapi aku harap aku bisa menjalankan rencanaku dengan baik. Aku menoleh kepada Fera. Wajahnya seperti biasanya cantik, matanya berseri, dan ujung bibirnya melengkung ke atas. “Ri, aku minta maaf ya”Kata Fera. “Emang kenapa?”Tanyaku. “Aku… aku, sudah mengecewakanmu”Kata Fera. “Kecewa? Nggak kok”Kataku padahal aku sedikit kecewa dengan jawaban yang tadi. “Aku nggak bakal satu sekolah sama kamu”Kata Fera. Kini ujung bibirnya melengkung ke bawah dan dia mengeluarkan air matanya yang indah. “Tuhan sudah menentukan yang terbaik buat kita Fer”Kataku sambil mengelus punggungnya. Kenapa? Kenapa ini harus terjadi? Aku tidak akan satu rumah dan satu sekolah dengannya. Dan di saat-saat seperti ini, aku tidak akan bisa mengelus mukanya yang halus karena kami sedang berjalan. Biasanya dia tertawa riang dan kulit putihnya memancarkan cahaya kegirangan. Namun, yang kulihat kini air mata yang membasahi pipinya. “Ini harus ya Ri? Aku nggak pengen kita pisah!”Kata Fera. “Iya aku tau. Aku juga nggak pingin kita pisah”Kataku mencoba menenangkan Fera. “Hmm, semoga persahabatan kita akan terjalin terus ya”Kata Fera lirih. “Iya”Kataku.




















5
Ferami Kelzia
Jangan sebarkan rahasia ini ya! Aku menangis semalaman! Aku tidak ingin lain sekolah dengan Rio. Mungkin kau akan menganggapku cengeng karena aku sudah menangis semalaman tetapi penyebabnya adalah aku tidak satu sekolah dengan Rio. Walaupun kami hanya sebatas sahabat. Namun, aku sudah menganggapnya sebagai saudaraku. Hmmm, aku percaya Tuhan pasti sudah memberikan yang terbaik.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Lanjutan? banyak tugassss!!!

Minggu, 23 November 2014

Roar-Katty Perri

                                                                                           Hai!
Kali ini gue ngirim tentang kehidupan asli gue. Gue suka banget sama lagu roar-katty perry. Gue kagak tau tulisan namanya. Tapi gue suka lagunya. Gue ada videonya tonton ya!

Sebuah misteri (Part 4)

Cerpen
Sebuah misteri (part 4)

"Ruangan kerja kamu ada di sini" Kata Keyni sambil membuka pintu besi yang tak terkunci. "Ruanganmu ada di mana? Jadi kalau aku ada apa-apa bisa minta tolong" Kata Nadya. "Tepat di sebelah ruangan kamu" Kata Keyni tersenyum. "Oke" Nadya membalas senyumannya.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Nadya...
Haduh aku bego banget nggak nanya kerjaanku apa. Ya sudahlah...
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Ke mana aja?" Tanya Susan sambil menonton TV. "Ke mana-mana" Jawab Nadya singkat. "Hmm ayolah." Kata Susan. "Jalan-jalan bareng Keyni." Jawab Nadya dengan nada cepat. "Semoga aku tidak salah dengar" Kata Susan lalu tertawa. "Kenapa emangnya? Nggak ada yang bisa ditertawakan saat ini" Kata Nadya terlihat kesal. "Ada! Aku adalah musuh dari kelompok yang sedang dia tempati" Kata Susan menatap Nadya dengan sinis. Baru kali ini dia mendapat perlakuan seperti itu dari saudara kembarnya. "Oh" Jawab Nadya singkat.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------ 
Nadya.....
Bagaimana mungkin? Tidak mungkin aku akan menjadi musuh abadi Susan. Kira-kira, kelompok apa yang ditempatinya ya? Tidak mungkin! Jangan berpikiran aneh-aneh. Ah lebih baik tidur dan dibalut dengan mimpi yang indah.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Susan....
Hahaha dia tidak akan tau kalau sebenarnya aku adalah musuh bebuyutannya. Sebenarnya aku sudah menggetayangi rumah ini selama bertahun-tahun. Namun, tidak mungkin aku akan membunuh saudaraku sendiri. Aku bisa dengan mudah berubah wujud menjadi apa saja dengan sesukaku. Namun, aku ingin sekali menjadi manusia.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Nadya...
"Susan, ada apa kamu mengajakku ke dalam hutan?"Tanyaku heran. "Udah diem!"Kata Susan ketus. Aku memilih untuk menutup mulut. "Tidur di atas batu ini! CEPAT!" Teriak Susan dengan sangat keras. Tidak mungkin! Dia tidak pernah memasksaku. Untuk pertama kali, dia membentakku. Jadi, kuturuti perintahnya itu. Mulai kapan dia berubah seperti ini? Lalu aku terbangun dan kulirik jam yang ada di kamarku. Masih jam satu malam lebih limabelas menit. "Mimpi apa itu tadi?"Tanyaku dalam hati.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Keyni...
Kenapa tiba-tiba aku khawatir dengan Nadya? Apa aku suka untuk pertama kalinya pada seorang wanita. Wanita dengan gaya yang seru dan enak diajak ngobrol. Dan yang paling penting, dia bisa ngerti perasaan lelaki yang jones ini. Eh kok jones sih?
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pagi di sekolah......
"Keyni, ayo ke taman sekolah. Ada hal yang ingin kubicarakan padamu." Kata Nadya. "Baiklah" Kata Keyni lalu tersenyum.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Kenapa kamu manggil aku ke sini?" Tanya Keyni sambil menatap Nadya. "Duduk dulu. Jangan tergesa-gesa" Kata Nadya sabil membalas senyuman Keyni. "Iya hehehe"Kata Keyni lalu tertawa kecil. "Aku bermimpi hal yang sangat mengerikan dan kau adalah sahabat yang benar-benar bisa kuandalkan saat ini" kata Nadya. "Iya ceritakan saja dan terimakasih sudah menganggapku sahabat" Kata Keyni.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Keyni...
Padahal sebenarnya aku ingin supaya kita berdua jangan jadi sahabat tetapi selebihnya......
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Aku bermimpi ada Susan yang membawa pisau dan dia ingin membunuhku" Kata Nadya dengan suara lemas. "Itu cuma mimpi Nadya. Mungkin itu hanya ketakutanmu setelah kamu diperlakukan aneh untuk pertama kalinya oleh Susan. Kalau ada apa-apa, kamu tinggal telpon aku"  Kata Keyni memberikan penjelasan. "Terima kasih ya Keyni" Kata Nadya sambil melihat ke arah Keyni. "Hmm, nanti aku kerja?"Tanya Nadya pada Keyni. "Kamu hanya kerja pada hari Senin, Rabu, dan Kamis aja. Tapi kalau ada keadaan darurat, kamu akan kutelpon dan kamu harus datang ke marka"Kata Keyni. "Oke, berarti hari ini aku nggak perlu ke markas kan?"Tanya Nadya sambil menampakan wajah senangnya. "Iya"Kata Keyni.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Susan...
"Lagi apa mereka berdua? Nadya, lihat saja nanti apa yang akan kulakukan"Kakaku ketus. Lumayan ketus sih. Sakitnya itu loh di sini! (nunjuk hati) Kenapa sih mereka berdua deket banget? Kalian saksikan aku terus!


Bersambung
no copas"

Jumat, 07 November 2014

Sebuah misteri (part 3)

Cerpen


 Sebuah misteri (part 3)


"Markasnya masih jauh?" Tanya Nadya pada Keyni. Mereka naik mobil Keyne. "Nggak kok sebentar lagi bakal nyampe" Kata Keyne. Setelah beberapa menit kemudian, mereka sampai ke markas. 
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Ini dia markas kelompok kami. Gimana? Mau gabung nggak?" Tanya Keyni sambil menatap Nadya. "Iya aku mau! Markasnya besar banget!" Kata Nadya sambil melihat Keyni yang bahkan hampir memeluknya. "Um.. Maaf aku nggak sadarkan diri hehe" Kata Nadya tertawa kecil. "Iya gapapa lah. Akhirnya aku nggak akan dibuntuti oleh rasa utang yang aku miliki. terhadap kakakku." Kata Keyni lalu memeluk Nadya. 
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Nadya...
Haduh kenapa tadi aku melakukan tindakan bodoh? Tapi ini baru pertama kalinya dipeluk oleh cowok paling cool dan seru yang pernah kutemui. Jadi, tidak sia-sia dong...
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Keyni....
Haduh ini kenapa jadinya aku meluk Nadya ya? Hmmm cewek paling pinter yang ada di kelas atau mungkin diseluruh kelas 7. Senang....
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Hmm maaf" Kata keyni sambil melepas pelukannya. "Aku juga minta maaf ya hehehe" Kata Nadya lalu tertawa kecil lagi. "Ya sudah daripada waktu kita terbuang, lebih baik kita ke kepala atau ketua kelompok ini" Kata Keyni lalu menarik tangan Nadya. "Iya. Ayo" Kata Nadya.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
Mereka berdua membungkuk di hadapan Ketua Kwelazia. "Ketua, saya mengajak Nadya Valeria sebagai bagian kelompok ini" Kata Keyni sambil berdiri."Hmm, boleh juga. Ajak dia menuju ruangannya" Kata Ketua Kwelazia sambil megelus-ngelus jenggotnya yang putih dan panjang. "Terima kasih Ketua" Kata Keyni dan Nadya bersamaan.

Bersambung...
 Sampai jumpa!

Selasa, 04 November 2014

Sebuah misteri (part 2)

Cerpen
Sebuah misteri (part 2) 


"Bantuin gue ya Nad. Besok gue ulangan." Kata Susan memohon. "Oke. Emang lo ulangan apa? Kelas gue belum ulangan tuh" Kata Nadya. "Ekonomi" Jawab Susan singkat.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Keesokan hari....
"Sukses ya" Kata Nadya pada Susan. "Thanks"  Kata Susan. "Iya" Jawab Nadya.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Ada yang ingin kubicarakan padamu" Kata Kayni. "Ada apa?" Tanya Nadya. "Pokoknya ada aja deh. Ayo ke taman" Kata Keyni. "Iya" Kata Nadya.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Di taman mereka duduk di kursi goyang dekat pohon cemara. "Hmm, maaf kalau mengganggu waktumu. Tapi hal ini sangat penting" Kata Keyni memulai pembicaraan. "Iya nggak papa. Emang kenapa kamu manggil aku buat ke sini?" Tanya Nadya penasaran. "Kamu mau nggak jadi anggota kelompok rahasia. Bahkan anak di sekolah ini nggak ada yang tau kelompoknya seperti apa. Tapi kegiatan ini membutuhkan banyak waktu." Keyni menjelaskan. "Kelompok apa?" Tanya Nadya pada Keyni yang terlihat penasaran. "Kelompok pembasmi hantu." Kata Keyni. "Tapi aku harus liat markas yang kalian punya dan melihat siapa pengurusnya" Kata Nadya. "Aku janji kamu nggak akan terluka sedikitpun" Kata Keyni. "Iiih ga nyambung tauuu!" Kata Nadya lalu tertawa. "Iya juga sih. Hahaha" Kata Keyni. "Oh ya aku Keyni Derso. Mungkin kamu belum tau nama panjangku. Aku sangat senang bisa bicara-bicara kayak gini sama seorang teman yang mau mengajakku bicara."Kata Keyni lagi. "Iya kenalkan juga aku. Nama panjangku Nadya Valeria." Kata Nadya memperkenalkan diri juga. "Ohh" Jawab Keyni singkat. Padahal dia sudah tau nama panjang Nadya. "Ya udah nanti sore ya! Bye! Sekarang aku harus kembali ke kelas lagi!" Kata Nadya lalu melambaikan tangan dan pergi.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Nadya...
Aku ga nyangka bisa ngomong sama cowok cuek yang seru itu.  Ternyata ga bisa dilihat dari luarnya saja tapi hatinya juga. Ah mikir apa aku ini? Kan udah enak jadi jomblo. Bisa juga jadi jones. Hehehe
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 "Sus, aku mau pergi dulu ya mungkin sampai agak malem. Tolong bilang ke bi Atik ya" Kata Nadya sambil menatap Susan. "Beres deh!" Kata Susan sambil mengacungkan jempol.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Bersambung..
Sampai di sini dulu ya!
Sampai jumpa!

Kamis, 30 Oktober 2014

sebuah misteri (part1)


Cerpen
Sebuah misteri(Part 1)
 
"Apes banget gue. Hari ini udah kena apes berapa kali ya?" Pikir Nadya dalam hati. "APA? Gue udah apes 5 kali hari ini!" Kata Nadya. Kata-katanya menyembur begitu saja dari mulutnya. "Ada apa non?" Tanya Bi Atik. "Ng.. ng.. Nggak papa kok bi. Aku cuma kaget aja karna barusan ada cicak lewat di depanku" Kata Nadya sambil berbohong. "Ya udah non, saya tinggal dulu ya" Kata Bi Atik lagi. "Iya bi" Kata  Nadya. 
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
My diary (Nadya)
Senin, 16 Januari 2014

Gue kena apes hari ini. Gue jatuh dari tangga. Terus gue numpahin air. Untung pembantu gue baiknya minta ampun. Kalau ada mama gue di rumah, bakalan udah perang dunia ke 5 deh!  Terus ketiga, gue hampir nubruk sama si Keyni. Anak paling cuek sejagat raya. Oke lo bisa bilang gue alay, tapi diri gue sebenernya ngga alay. Keempat, gue kesandung batu. Untung ga jatuh sampe kebangetan. Dan yang paling bikin gue kesel tuh kejadian ke lima. Gue telat! Hukuman menanti deh di depan mata. Pak Wijay sudah menyiapkan hukuman buat anak yang telat masuk sekolah. Tapi karna ini baru pertama kali gue telat, gue masih dimaafin. Ya udah gue mau pergi dulu. Gue tinggalin lo di kamar gue.
 -------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Mau pergi lagi non?" Tanya bibi Atik. "Iya bi. Mau titip apa?" Tanya Nadya. "Garam aja deh non. Garemnya udah mau habis." Kata Bi Atik. "Oke bi" Kataku sambil berlalu.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
My diary (Keyni)
Senin, 16 Januari 2014

Haduh untung gue ga tubrukan sama anak paling populer di kelas karna pinternya. Tapi kalau tampangnya sih bisa dibilang dia atas rata-rata. Namanya Nadya Valeria. Gue pikir dia itu cewek cupu tapi nyatanya...
 -------------------------------------------------------------------------------------------------------------

"Mbok, Nadya keluyuran lagi ya?" Tanya Susan adik Nadya yang lahirnya hanya berbeda 10 menit darinya itu. "Iya non. Mungkin lagi merefleksikan diri" Jawab Mbok Rina. Memang ada dua pembantu di rumah mereka. Ada dua satpam yang menjaga rumah mereka. Nadya tumbuh menjadi anak mandiri dan cerdas. Juga pandai dalam bidang fisik maupun mental. Sedangkan Susan tubuh menjadi anak cantik dan pandai merayu. Pantas saja bila aktingnya selalu bagus.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Haduh kenapa gue ga bisa lupain kejadian tadi ya?" Tanya Nadya dalam hatinya. Saat ini, Nadya ada di restaurant favoritnya. "Kalau dilihat-lihat Keyne seperti agen rahasia yang sedang berpura-pura menyamar" Kata Nadya dalam hati. Namun, perkiraanya tidak salah....
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Lo bisa rayu dia untuk gabung dalam anggota kelompok Secret." Kata Victor kakak Keyni. "Tapi, gimana cara bilangnya? Gue kan anak paling cuek di kelas" Kata Keyni. "Udah lakuin aja tugas lo". Keyni tak menjawab lagi....
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Halo Nadya!" Sapa Susan. "Ia kenapa lo telpon gue? Ngajak keluyuran lagi?" Tanya Nadya. "Nggak. Gue cuma khawatir sama lo" Kata Susan. "Lo bisa khawatir sama gue ya?" "Iyalah. Gue saudara lo. Bahkan kita kembar!" Kata Susan. "Kalau mau ngerayu gue rayu aja. Gue mau pulang kok habis gini".
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Eh udah dateng ayo kita ke sekolah. Buku gue ketinggalan di sana" Kata Susan. "Ya elah diambil besok bisa kan?" Tanya Nadya. "Bener sih kata lo. Tapi di situ ada buku buat ulangan besok" Kata Susan gemeteran." Pake buku gue napa?" Tanya Nadya. "Gaa salah gue punya saudara kayak lo" Kata Susan sedikit lega. "Hmm"
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

"Tapi inikan melibatkan nyawa dia juga kak" Kata Keyni. "Iya gue tau. Tapi dia cerdas banget. Kita tidak butuh dia dalam berperang, kita hanya membutuhkannya untuk memasang posisi saat kita bertempur nanti" "Oke. Tapi jangan lukai dia sedikitpun." Kata Keyni sambil menatap tajam ke arah Victor

Bersambung..................

Sampai jumpa!

Add akun resmiku
Line: (ID) : cherylgraciana
Facebook: Cheryl Graciana
Twitter: @cherylgraciana

Selasa, 28 Oktober 2014

Di balik sebuah senyuman

Cerpen

Di balik sebuah senyuman

Leoni Agatha Dewi sering dijuluki sebagai gadis yang selalu dikucilkan dan suka sekali tersenyum. "Hai Leoniiiii" Sapa Keith teman sekelas Leoni. "Iya haiiii Keith!" Jawab Leoni dengan suara keras. "Eh jangan terik-teriak dong budek nih lama-lama telinga gue!" Kata Keith yang kini sudah ada di dekat Leoni. "Tadi aku kira kamu ada di sana" Kata Leoni sambil menunjuk pintu kelas. "Iya sih tapi tadinya" Kata Keith. Mereka berbincang-bincang seru.

Namun, ada masalah yang kini berusaha Leoni hadapi. Ejekan, kucilan dari teman-temannya selalu ia dapatkan. Tidak peduli walaupun Leoni telah menolongnya. Temannya hanyalah Keith. Laki-laki sederhana yang sudah menemani Leoni selama di sekolah. "Gimana sih sebenernya perasaan kamu kalau pas lagi diejek? Kenapa kamu nggak marah ke mereka?" Tanya Keith. "Di balik  sebuah senyuman" Jawab Leoni singkat. "Madsud kamu?" Tanya Keith. "Nanti kamu akan tau sendiri" Jawab Leoni sambil tersenyum.

Tettt belpun berbunyi menandakan waktu pulang telah  tiba. "Hai Keith!" Teriak Leoni dari lantai dua kepada Keith yang ada di lantai satu. "Iya! Ayo pulang bareng!" Kata Keith. Leoni bergegas menuruni setiap anak tangga. "Kenapa Keith kamu mengajakk pulang?" Tanya Leoni pada Keith. "Ada yang mau kuceritakan padamu" Kata Keith. "Di kantin aja yuk" Aja Leoni. "Mungkin aku akan menjawab ya" Jawab Keith. Mereka melangkahkan kaki mereka kembali untuk  menuju ke kantin. "Aku tau arti di balik sebuah senyuman."Kata Keith. "Jadi menurutmu apa artinya?" Tanya Leoni pada Keith."Ada kesedihan yang kamu coba tutupi. Kamu tidak ingin dikhawatirkan banyak orang. Kamu juga nggak ingin disebut culun oleh banyak orang. Kini aku mengerti dan aku akan mencoba selalu tersenyum untuk semua orang" Jawab Keith panjang lebar. "Rupanya kini kamu tau. Akhirnya ada teman yang mengerti arti di balik sebuah senyuman" Kata Leoni pada Keith. "Iya. Ya sudah aku pulang dulu ya. Bye!" Kata Keith. "Kok tiba-tiba pulang? Ya sudah aku juga akan pulang.
Selesai
Sampai Jumpa!!!! 

Add akun resmiku
Facebook : Cheryl Graciana
Line: (ID) : cherylgraciana 
Twitter : @cherylgraciana