Minggu, 23 November 2014

Sebuah misteri (Part 4)

Cerpen
Sebuah misteri (part 4)

"Ruangan kerja kamu ada di sini" Kata Keyni sambil membuka pintu besi yang tak terkunci. "Ruanganmu ada di mana? Jadi kalau aku ada apa-apa bisa minta tolong" Kata Nadya. "Tepat di sebelah ruangan kamu" Kata Keyni tersenyum. "Oke" Nadya membalas senyumannya.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Nadya...
Haduh aku bego banget nggak nanya kerjaanku apa. Ya sudahlah...
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Ke mana aja?" Tanya Susan sambil menonton TV. "Ke mana-mana" Jawab Nadya singkat. "Hmm ayolah." Kata Susan. "Jalan-jalan bareng Keyni." Jawab Nadya dengan nada cepat. "Semoga aku tidak salah dengar" Kata Susan lalu tertawa. "Kenapa emangnya? Nggak ada yang bisa ditertawakan saat ini" Kata Nadya terlihat kesal. "Ada! Aku adalah musuh dari kelompok yang sedang dia tempati" Kata Susan menatap Nadya dengan sinis. Baru kali ini dia mendapat perlakuan seperti itu dari saudara kembarnya. "Oh" Jawab Nadya singkat.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------ 
Nadya.....
Bagaimana mungkin? Tidak mungkin aku akan menjadi musuh abadi Susan. Kira-kira, kelompok apa yang ditempatinya ya? Tidak mungkin! Jangan berpikiran aneh-aneh. Ah lebih baik tidur dan dibalut dengan mimpi yang indah.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Susan....
Hahaha dia tidak akan tau kalau sebenarnya aku adalah musuh bebuyutannya. Sebenarnya aku sudah menggetayangi rumah ini selama bertahun-tahun. Namun, tidak mungkin aku akan membunuh saudaraku sendiri. Aku bisa dengan mudah berubah wujud menjadi apa saja dengan sesukaku. Namun, aku ingin sekali menjadi manusia.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Nadya...
"Susan, ada apa kamu mengajakku ke dalam hutan?"Tanyaku heran. "Udah diem!"Kata Susan ketus. Aku memilih untuk menutup mulut. "Tidur di atas batu ini! CEPAT!" Teriak Susan dengan sangat keras. Tidak mungkin! Dia tidak pernah memasksaku. Untuk pertama kali, dia membentakku. Jadi, kuturuti perintahnya itu. Mulai kapan dia berubah seperti ini? Lalu aku terbangun dan kulirik jam yang ada di kamarku. Masih jam satu malam lebih limabelas menit. "Mimpi apa itu tadi?"Tanyaku dalam hati.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Keyni...
Kenapa tiba-tiba aku khawatir dengan Nadya? Apa aku suka untuk pertama kalinya pada seorang wanita. Wanita dengan gaya yang seru dan enak diajak ngobrol. Dan yang paling penting, dia bisa ngerti perasaan lelaki yang jones ini. Eh kok jones sih?
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pagi di sekolah......
"Keyni, ayo ke taman sekolah. Ada hal yang ingin kubicarakan padamu." Kata Nadya. "Baiklah" Kata Keyni lalu tersenyum.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Kenapa kamu manggil aku ke sini?" Tanya Keyni sambil menatap Nadya. "Duduk dulu. Jangan tergesa-gesa" Kata Nadya sabil membalas senyuman Keyni. "Iya hehehe"Kata Keyni lalu tertawa kecil. "Aku bermimpi hal yang sangat mengerikan dan kau adalah sahabat yang benar-benar bisa kuandalkan saat ini" kata Nadya. "Iya ceritakan saja dan terimakasih sudah menganggapku sahabat" Kata Keyni.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Keyni...
Padahal sebenarnya aku ingin supaya kita berdua jangan jadi sahabat tetapi selebihnya......
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Aku bermimpi ada Susan yang membawa pisau dan dia ingin membunuhku" Kata Nadya dengan suara lemas. "Itu cuma mimpi Nadya. Mungkin itu hanya ketakutanmu setelah kamu diperlakukan aneh untuk pertama kalinya oleh Susan. Kalau ada apa-apa, kamu tinggal telpon aku"  Kata Keyni memberikan penjelasan. "Terima kasih ya Keyni" Kata Nadya sambil melihat ke arah Keyni. "Hmm, nanti aku kerja?"Tanya Nadya pada Keyni. "Kamu hanya kerja pada hari Senin, Rabu, dan Kamis aja. Tapi kalau ada keadaan darurat, kamu akan kutelpon dan kamu harus datang ke marka"Kata Keyni. "Oke, berarti hari ini aku nggak perlu ke markas kan?"Tanya Nadya sambil menampakan wajah senangnya. "Iya"Kata Keyni.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Susan...
"Lagi apa mereka berdua? Nadya, lihat saja nanti apa yang akan kulakukan"Kakaku ketus. Lumayan ketus sih. Sakitnya itu loh di sini! (nunjuk hati) Kenapa sih mereka berdua deket banget? Kalian saksikan aku terus!


Bersambung
no copas"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar