Selasa, 04 November 2014

Sebuah misteri (part 2)

Cerpen
Sebuah misteri (part 2) 


"Bantuin gue ya Nad. Besok gue ulangan." Kata Susan memohon. "Oke. Emang lo ulangan apa? Kelas gue belum ulangan tuh" Kata Nadya. "Ekonomi" Jawab Susan singkat.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Keesokan hari....
"Sukses ya" Kata Nadya pada Susan. "Thanks"  Kata Susan. "Iya" Jawab Nadya.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Ada yang ingin kubicarakan padamu" Kata Kayni. "Ada apa?" Tanya Nadya. "Pokoknya ada aja deh. Ayo ke taman" Kata Keyni. "Iya" Kata Nadya.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Di taman mereka duduk di kursi goyang dekat pohon cemara. "Hmm, maaf kalau mengganggu waktumu. Tapi hal ini sangat penting" Kata Keyni memulai pembicaraan. "Iya nggak papa. Emang kenapa kamu manggil aku buat ke sini?" Tanya Nadya penasaran. "Kamu mau nggak jadi anggota kelompok rahasia. Bahkan anak di sekolah ini nggak ada yang tau kelompoknya seperti apa. Tapi kegiatan ini membutuhkan banyak waktu." Keyni menjelaskan. "Kelompok apa?" Tanya Nadya pada Keyni yang terlihat penasaran. "Kelompok pembasmi hantu." Kata Keyni. "Tapi aku harus liat markas yang kalian punya dan melihat siapa pengurusnya" Kata Nadya. "Aku janji kamu nggak akan terluka sedikitpun" Kata Keyni. "Iiih ga nyambung tauuu!" Kata Nadya lalu tertawa. "Iya juga sih. Hahaha" Kata Keyni. "Oh ya aku Keyni Derso. Mungkin kamu belum tau nama panjangku. Aku sangat senang bisa bicara-bicara kayak gini sama seorang teman yang mau mengajakku bicara."Kata Keyni lagi. "Iya kenalkan juga aku. Nama panjangku Nadya Valeria." Kata Nadya memperkenalkan diri juga. "Ohh" Jawab Keyni singkat. Padahal dia sudah tau nama panjang Nadya. "Ya udah nanti sore ya! Bye! Sekarang aku harus kembali ke kelas lagi!" Kata Nadya lalu melambaikan tangan dan pergi.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Nadya...
Aku ga nyangka bisa ngomong sama cowok cuek yang seru itu.  Ternyata ga bisa dilihat dari luarnya saja tapi hatinya juga. Ah mikir apa aku ini? Kan udah enak jadi jomblo. Bisa juga jadi jones. Hehehe
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 "Sus, aku mau pergi dulu ya mungkin sampai agak malem. Tolong bilang ke bi Atik ya" Kata Nadya sambil menatap Susan. "Beres deh!" Kata Susan sambil mengacungkan jempol.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Bersambung..
Sampai di sini dulu ya!
Sampai jumpa!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar